Rabu, 27 Februari 2013

Antropometri



 
BAB II
LANDASAN TEORI


2.1       Pengertian Antropometri dan Aplikasinya Dalam Perancangan Fasilitas Kerja
            Menurut Sritomo (1992), istilah antropometri yang berasal dari “antro” yang berarti manusia dan “metri” yang berarti ukuran. Secara definitif antropometri dinyatakan sebagai suatu studi yang menyangkut pengukuran dimensi tubuh manusia dan aplikasi rancangan yang menyangkut geometri fisik, massa, dan kekuatan tubuh. Menurut Stevenson (1989) dan Nurmianto (1991), pengertian antropometri adalah satu kumpulan data numerik yang berhubungan dengan karakteristik tubuh manusia berupa ukuran, bentuk, dan kekuatan serta penerapan dari data tersebut untuk penanganan masalah desain. Penerapan data antropometri ini akan dapat dilakukan jika tersedia nilai mean (rata-rata) dan standar deviasinya dari suatu distribusi normal, (Nurmianto 2004).
Manusia pada dasarnya memiliki bentuk, ukuran (tinggi, lebar), berat, dan lain-lain yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Antropometri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan ergonomis dalam proses perencanaan produk maupun sistem kerja yang memerlukan interaksi manusia. Data anthropometri akan diaplikasikan secara lebih luas antara lain dalam hal:
1.      Perancangan areal kerja.
2.      Perancangan alat kerja seperti mesin, equipment, perkakas (tools), dan sebagainya.
3.      Perancangan produk-produk konsumtif seperti pakaian, kursi, meja, dan sebagainya.
4.      Perancangan lingkungan kerja fisik.
(ainulhaq.staffsite.gunadarma.ac.id)

2.2        Data Antropometri
Data antropometri yang diperoleh baru dapat diterapkan apabila data tersebut terdapat nilai rata-rata dan standar deviasi dari distribusi normal. Sumber variabilitas dalam antropometri tubuh manusia, berdasarkan (Nurmianto, 2004) adalah:
1.      Keacakan.
2.      Jenis kelamin.
3.      Suku bangsa.
4.      Usia.
5.      Jenis pekerjaan.
6.      Cacat tubuh secara fisik.
             Distribusi frekuensi dari setiap pengukuran sering disebut juga sebagai persentil. Persentil merupakan suatu nilai yang menyatakan bahwa persentase tertentu dari sekelompok orang yang dimensinya sama dengan atau lebih rendah dari nilai tersebut. Besarnya nilai persentil biasanya berkisar antara 1 persentil sampai dengan 99 persentil. Nilai persentil dapat ditentukan dari tabel probabilitas distribusi normal, yang ditujukan pada Tabel 2.1
Tabel 2.1. Perhitungan Nilai Persentil
No.
Persentil
Perhitungan
1
1
X
2
2.5
X
3
5
 X
4
10
 X
5
50
6
90
 X
7
95
 X
8
97.5
 X
9
99
 X
Dalam pokok bahasan antropometri, 95% populasi adalah sama dengan atau lebih rendah dari 95 persentil, 5% dari populasi sama dengan atau lebih rendah dari 5 persentil. 95 persentil menunjukkan tubuh berukuran besar, sedangkan 5 persentil menunjukkan tubuh berukuran kecil, (Nurmianto, 2004).

2.3       Pembagian Anthropometri
            Antropometri dibagi menjadi dua bagian. Adapun bagian dari data antropometri adalah sebagai berikut:
1.      Antropometri statis, yaitu pengukuran dilakukan pada saat tubuh dalam keadaan diam.
2.      Antropometri dinamis, yaitu dimana dimensi tubuh yang diukur dalam berbagai posisi tubuh yang sedang bergerak.
Dimensi yang diukur pada antropometri statis diambil secara linier (lurus) dan dilakukan pada permukaan tubuh. Agar hasilnya representatif, maka pengukuran harus dilakukan dengan metode tertentu terhadap individu.
(ainulhaq.staffsite.gunadarma.ac.id)
 
2.4       Penggunaan Data Antropometri
Sebelum membahas lebih jauh mengenai penggunaan data ini, maka ada baiknya membahas istilah “The Fallacy of the Average Man or Average Woman”. Istilah ini mengatakan, bahwa merupakan suatu kesalahan dalam perancangan suatu tempat kerja ataupun produk jika berdasar pada dimensi yang hipotesis. Maksud dari istilah hipotesis yaitu menganggap bahwa semua dimensi merupakan rata-rata (Nurmianto, 2004).
Dalam penggunaan dimensi, walaupun yang digunakan hanya satu dimensi saja, seperti jangkauan ke depan (forward reach), maka penggunaan 50 persentil dalam penyesuaian pemasangan suatu alat kontrol akan menghasilkan bahwa 50% populasi akan tidak mampu menjangkaunya. Selain dari itu, jika seseorang mempunyai dimensi pada rata-rata populasi, katakanlah tinggi badan, maka belum tentu orang tersebut berada pada rata-rata popoulasi untuk dimensi lainnya (Nurmianto, 2004).    
Adapun pendekatan dalam penggunaan data antropometri, yaitu sebagai berikut (Nurmianto, 2004):
1.      Memilih standar deviasi yang sesuai untuk perancangan yang dimaksud.
2.      Mencari data pada rata-rata dan distribusi dari dimensi yang dimaksud untuk populasi yang sesuai.
3.      Memilih nilai persentil yang sesuai sebagai dasar perancangan.
4.      Memilih jenis kelamin yang sesuai.
     
2.5       Perancangan Produk atau Alat
Perancangan adalah suatu proses yang bertujuan untuk menganalisa, menilai, memperbaiki, dan menyusun suatu sistem baik secara fisik maupun non fisik yang optimum untuk waktu yang akan datang dengan memanfaatkan informasi yang ada. Perancangan teknik adalah suatu aktivitas dengan maksud tertentu menuju ke arah tujuan dari pemenuhan kebutuhan manusia. Dari definisi tersebut, terdapat tiga hal yang harus diperhatikan dalam perancangan, yaitu:
1.      Aktivitas untuk maksud tertentu.
2.      Sasaran pada pemenuhan kebutuhan manusia.
3.      Berdasarkan pada pertimbangan teknologi.
Tahapan perancangan sistem kerja menyangkut work space design dengan memperhatikan faktor antropometri secara umum adalah:
1.      Menentukan kebutuhan perancangan
2.      Mendefinisikan dan mendeskripsikan populasi pemakai
3.      Pemilihan sampel yang akan diambil datanya.
4.      Penentuan kebutuhan data (dimensi tubuh yang akan diambil)
5.      Penentuan sumber data (dimensi tubuh yang akan diambil) dan pemilihan persentil yang akan dipakai.
6.      Penyiapan alat ukur yang akan dipakai
7.      Pengambilan data
8.      Pengolahan data
9.      Visualisasi rancangan
            Dalam membuat suatu rancangan produk atau alat, diperlukan karakteristik perancangan dan perancangnya. Beberapa karakteristik perancangan adalah sebagai berikut:
1.      Berorientasi pada tujuan.
2.      Variform, yaitu suatu anggapan bahwa terdapat sekumpulan solusi yang mungkin tidak terbatas, tetapi harus dapat memilih salah satu ide yang akan diambil.
3.      Pembatas, yaitu membatasi solusi pemecahan antara lain:
a.       Hukum alam, seperti ilmu fisika, ilmu kimia, dan lain-lain.
b.      Ekonomis, pembiayaan atau ongkos dalam merealisir rancangan yang telah dibuat.
  1. Pertimbangan manusia, sifat, keterbatasan, dan kemampuan manusia dalam merancang dan memakainya.
  2. Faktor-faktor legalisasi, mulai dari model, bentuk, sampai dengan hak cipta.
  3. Fasilitas produksi, sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk menciptakan yang telah dibuat.                                                             
f.       Evolutif, berkembang terus mengikuti perkembangan zaman.
g.      Perbandingan nilai, membandingkan dengan tatanan nilai yang telah ada.
Sedangkan karakteristik perancang merupakan karakteristik yang harus dipunyai oleh seorang perancang antara lain:
1.      Memiliki imajinasi untuk meramalkan masalah yang mungkin akan timbul.
2.      Berdaya cipta.
3.      Mempunyai kemampuan untuk menyederhanakan persoalan.
4.      Mempunyai keahlian dalam bidang matematika, fisika, atau kimia tergantung dari jenis rancangan yang dibuat.
5.      Dapat mengambil keputusan terbaik berdasarkan analisa dan prosedur yang benar.
6.      Mempunyai sifat yang terbuka (open minded) terhadap kritik dan saran dari orang lain.
Terdapat tiga tipe perancangan yang ada pada antropometri. Adapun tipe
perancangan tersebut antara lain Perancangan untuk Pemakaian Nilai Ekstrim.
1.      Perancangan untuk pemakaian nilai ekstrim yaitu data dengan persentil ekstrim minimum 5 % dan ekstrim maksimum 95 %.
2.      Perancangan Pemakaian Nilai Rata-Rata.
Perancangan pemakaian nilai rata-rata yaitu data dengan persentil 50 %.
3.      Perancangan untuk Pemakaian yang Dapat Disesuaikan (adjustable).
Prosedur perancangan yang merupakan tahapan umum teknik perancangan dikenal dengan sebutan NIDA, yang merupakan kepanjangan dari need, idea, decision, and action. Artinya tahap pertama seorang perancang menetapkan dan mengidentifikasikan kebutuhan (need), sehubungan dengan alat atau produk yang harus dirancang. Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan ide-ide (idea) yang melahirkan berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan. Tahap selanjutnya yaitu dilakukan suatu penilaian dan penganalisaan terhadap berbagai alternatif yang ada, sehingga perancang dapat memutuskan (decision) suatu alternatif terbaik. Pada akhirnya dilakukanlah suatu proses pembuatan (action). Perancangan suatu peralatan kerja dengan berdasarkan data antropometri pemakainya betujuan untuk mengurangi tingkat kelelahan kerja, meningkatkan performansi kerja dan meminimasi potensi kecelakaan kerja.
(ainulhaq.staffsite.gunadarma.ac.id)
            Beberapa  hal yang perlu diperhatikan dalam membuat suatu rancangan selain faktor manusia, antara lain:
1.      Analisa teknik yaitu berhubungan dengan ketahanan, kekerasan, dan sebagainya.
2.      Analisa ekonomi yaitu berhubungan dengan perbandingan biaya yang harus dikeluarkan dan manfaat yang akan diperoleh.
3.      Analisa legalisasi yaitu berhubungan dengan segi hukum atau tatanan hukum yang berlaku dari hak cipta.
4.      Analisa pemasaran yaitu berhubungan dengan jalur distribusi produk/hasil rancangan sehingga dapat sampai kepada konsumen atau pemakai.
5.      Analisa nilai yaitu suatu prosedur yang mengidentifikasikan ongkos-ongkos yang tidak ada gunanya.
C.M. Walsh yang membagi analisa nilai menjadi 4 kategori, diantaranya adalah sebagai berikut:
a.       Uses value yaitu berhubungan dengan nilai kegunaan.
b.      Esteem value yaitu berhubungan dengan nilai estetika atau keindahan.
c.       Cost value yaitu berhubungan dengan pembiayaan.
d.      exchange value yaitu berhubungan dengan kemampuan tukar.
(ainulhaq.staffsite.gunadarma.ac.id)

2.6              Prinsip Perancangan dengan Data Antropometri
Data-data dari hasil pengukuran atau disebut sebagai data antropometri, digunakan sebagai data untuk perancangan peralatan. Mengingat bahwa keadaan dan ciri fisik dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga berbeda satu sama lainnya, maka terdapat tiga prinsip dalam pemakaian data tersebut, yaitu (Sutalaksana, 2006):
1.      Perancangan Berdasarkan Individu Ekstrim
Prinsip ini digunakan apabila kita mengharapkan agar fasilitas yang dirancang tersebut dapat dipakai dengan enak dan nyaman oleh sebagian besar orang-orang yang akan memakainya (biasanya minimal oleh 95% pemakai).
2.      Perancangan Fasilitas yang Bisa Disesuaikan
Prinsip ini digunakan untuk merancang suatu fasilitas agar fasilitas tersebut bisa menampung atau bisa dipakai dengan enak dan nyaman oleh semua orang yang mungkin memerlukannya.
3.   Perancangan Fasilitas Berdasarkan Harga Rata-Rata Para Pemakaiannya
Prinsip ini hanya digunakan apabila perancangan berdasarkan harga ekstrim. Tidak mungkin dilaksanakan dan tidak layak jika menggunakan pinsip perancangan fasilitas yang bisa disesuaikan
Dalam mencari nilai rata-rata dan mengetahui nilai standar deviasi, diperlukan rumus untuk mencari nilai rata-rata dan mencari nilai standar deviasi. Rumusnya ditujukan sebagai berikut.


Rumus mencari mean:

Text Box:



Keterangan:
       =    Rata-rata.
   =    Jumlah nilai data masing-masing sampel.
 N        =    Banyaknya sampel.

Rumus mencari standar deviasi:

Text Box: SD =



Keterangan:
SD    =  Standar Deviasi.
=  Jumlah.
X     =  Nilai data masing-masing sampel.
   =  Rata-rata.
N     =   Banyaknya sampel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar