Rabu, 27 Februari 2013

Display


BAB II
LANDASAN TEORI

                                                     
2.1       Pengertian Display
            Display  adalah alat untuk memberikan suatu  informasi  kepada  operator  atau  manusia  dalam bekerja  agar  terciptanya  suatu  lingkungan  yang  dapat  dimana  suatu  operator memahami  suatu  informasi  dan  dapat  menyampaikannya  dengan  melihat  dan dapat pula mempelancar kerjanya dan dapat mengetahui dalam informasi tersebut. Sehingga  terwujud  suatu  informasi  yang  berkembang  di  perusahaan  agar terciptanya suatu peraturan atau informasin dalam bentuk sebuah display (Bridger,1995).
Display merupakan alat peraga bagian dari lingkungan yang memberi informasi kepada pekerja agar tugas-tugasnya menjadi lancar. Penyampaian informasi tersebut di dalam “Sistem manusia mesin” merupakan suatu proses yang dinamis dari presentasi visual indera penglihatan. Proses tersebut akan sangat banyak dipengaruhi oleh design dari alat peraganya. Display berfungsi sebagai suatu “ sistem komunikasi” yang menghubungkan antara fasilitas kerja maupun mesin kepada manusia. Hal yang bertindak sebagai mesin dalam hal ini adalah stasiun kerja dengan perantaranya adalah alat peraga. (Nurmianto, 2005).
 Display dapat menyajikan informasi-informasi yang diperlukan manusia dalam melaksanakan pekerjaannya, maka display harus dirancang dengan baik. Perancangan display yang baik adalah bila dapat menyampaikan informasi selengkap mungkin tanpa banyak kesalahan dari manusia yang menerimanya. Menurut Nurmianto (2005), informasi informasi yang dapat dibutuhkan dalam menentukan atau membuat suatu display diantaranya:
a.         Tipe teknologi yang digunakan untuk menampilkan informasi
b.        Rentang total dari variabel mengenai informasi mana yang akan ditampilkan
c.         Ketepatan dan Sensitivitas maksimal yang dibutuhkan dalam pengiriman informasi
d.        Kecepatan total dari variabel yang dibutuhkan dalam pengiriman informasi
e.         Minimasi kesalahan dalam pembacaan display
f.         jarak normal dan maksimal antara display dan pengguna display
g.        Lingkungan dimana display tersebut digunakan
Display merupakan suatu informasi kepada operator atau manusia dalam bekerja agar terciptanya suatu lingkungan yang dapat dimana suatu operator memahami suatu informasi dan dapat menyampaikannya dengan melihat dan dapat pula mempelancar kerjanya dan dapat mengetahui dalam informasi tersebut. Sehingga terwujudlah suatu informasi yang berkembang di perusahaan agar terciptanya suatu peraturan atau informasin dalam bentuk sebuah display.
Menurut Sutalaksana (2006), teredapat  ciri–ciri pada display yang dimana berhubungan dengan produk yang di buat yaitu quote, antara lain:
a.         Dapat menyampaikan pesan.
b.        Bentuk atau gambar menarik dan menggambarkan kejadian.
c.         Menggunakan warna-warna mencolok dan menarik perhatian.
d.        Bentuk gambar dan huruf memungkinkan untuk dapat dilihat atau dibaca.
e.         Menggunakan kalimat-kalimat pendek.
f.         Menggunakan huruf yang baik sehingga mudah dibaca.
g.        Sesuai dengan permasalahan.
h.        Tidak membosankan.

2.2       Prinsip-prinsip Mendesain Visual Display
Terdapat 4 prinsip dalam mendesain atau merubah bentuk semula. Informasi yang menjadi suatu kreativitas dalam suatu bentuk display. Display dapat didesain dengan ketentuan, antara lain:
1. Proximity
Jarak terhadap susunan display yang disusun secara bersama-sama dan saling memiliki dapat membuat suatu perkiraan atau pernyataan.
2. Similarity
Menyatakan bahwa item-item yang sama akan dikelompokkan bersama-sama (dalam konsep warna, bentuk dan ukuran) bahwa pada sebuah display tidak boleh menggunakan lebih dari 3 warna.
3. Symetry
Menjelaskan perancangan untuk memaksimalkan display artinya elemen-elemen dalam perancangan display akan lebih baik dalam bentuk simetrikal. Antara tulisan dan gambar harus seimbang.
4. Continuity
Menjelaskan sistem perseptual mengekstrakan informasi kualitatif menjadi satu kesatuan yang utuh.
    ( Ainul@staffsite.gunadarma.ac.id)

2.3       Rumus-rumus Perhitungan dalam Membuat Display
Terdapat beberapa rumus yang diperlukan untuk menghitung ukuran-ukuran dalam membuat display. Ukuran-ukuran tersebut antara lain tinggi, lebar, tebal, jarak antar huruf, dan beberapa ukuran spesifik lainnya. Berikut dibawah ini adalah rumus-rumus yang biasa diperlukan dalam perancangan suatu display :
a.          Tinggi huruf besar/angka dalam mm (H) =  
b.         Tinggi huruf kecil (h) =
c.          Lebar huruf besar =
d.         Lebar huruf kecil (h) =
e.          Tebal huruf besar =
f.          Tebal huruf kecil =
g.         Jarak antara 2 huruf =
h.         Jarak antara 2 kata =

2.4       Tipe-tipe Display
Tipe-tipe Display dibagi menjadi 4 bagian, berdasarkan tujuan, lingkungan, informasi dan panca indra. Berdasarkan lingkungannya display terbagi dalam 2 macam. Berdasarkan tujuannya,  display terbagi dalam 2 macam. Berikut adalah tipe-tipe display berdasarkan tujuannya yaitu:
a.       Display umum merupakan display yang mengenai aturan kepentingan umum.
Contohnya : Dilarang merokok
b.      Display khusus merupakan display mengenai aturan keselamatan kerja khusus.
 Contohnya : Gunakan kacamata pelindung saat mengelas
Berdasarkan  lingkungannya  display dibagi menjadi 2 yaitu:
a.         Display Statis
Display yang memberikan informasi sesuatu yang tidak tergantung terhadap waktu, contohnya: peta (informasi yang menggambarkan suatu kota).
b.   Display Dinamis
Display yang menggambarkan perubahan menurut waktu dengan variabel, contohnya: jarum speedometer dan mikroskop.
      Berdasarkan informasinya display terbagi dalam 3 macam. Berikut adalah tipe-tipe display berdasarkan informasinya yaitu:
1.    Display Kualitatif
Display yang merupakan penyederhanaan dari informasi yang semula berbentuk data numerik, dan untuk menunjukkan informasi dari kondisi yang berbeda pada suatu sistem, contohnya: informasi atau tanda On Off pada generator.
2.    Display Kuantitatif
Display yang memperlihatkan informasi numerik, (berupa angka, nilai dari suatu variabel) dan biasanya disajikan dalam bentuk digital ataupun analog untuk suatu visual display. Analog Indikator: Posisi jarum penunjuknya searah dengan besarnya nilai atau sistem yang diwakilinya, analog indikator dapat ditambahkan dengan menggunakan informasi kualitatif (misal merah berarti berbahaya). Digital Indikator: Cocok untuk keperluan pencatatan dan dapat menggunakan Electromecemichal Courtious.
3.    Display Representatif
Display Representatif biasanya berupa sebuah “Working model” atau “mimic diagram” dari suatu mesin, salah satu contohnya adalah diagram sinyal lintasan kereta api.
      Berdasarkan panca indera  display terbagi dalam 5 macam. Berikut adalah tipe-tipe display berdasarkan panca indera yaitu:
1.      Visual display (dilihat) adalah diplay yang dapat dilihat dengan menggunakan indera penglihatan yaitu mata.
2.      Auditory display (didengar) adalah display yang dapat didengar dengan menggunakan indera pendengaran yaitu telinga.
3.      Tactual display (diraba) adalah display yang dapat disentuh dengan menggunakan indera peraba yaitu kulit.
4.      Taste display (dikecap) adalah display yang dapat dirasakan dengan menggunakan indera pengecap yaitu lidah.
5.      Olfactory display (dihirup) adalah display yang dapat dicium dengan menggunakan indera penciuman yaitu hidung.
(Ainul@staffsite.gunadarma.ac.id)
           
2.5              Kelebihan dan kekurangan penggunaan warna
Dispalay pada dasarnya memiliki banyak sekali manfaat dalam tetapi display juga memilikui beberapa kekurangan. Berikut ini merupakan tabel kelebihan dan kekurangan yang terdapat pada display :

Tabel 2.1 Kelebihan dan Kekurangan Pembuatan Display
Kelebihan
Kekurangan
Tanda untuk data spesifik
Tidak bermanfaat bagi buta warna
Informasi lebih mudah diterima
Menyebabka fatique
Mengurangi tingkat kesalahan
Membingungkan
Lebih natural
Menimbulkan reaksi
Memberi dimensi lain
Informal

(Ainul@staffsite.gunadarma.ac.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar